Dispursip Kobar Terima Kunjungan Outing Class dari TK Islam Imam Syafi’i

Bagikan di :

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menerima kunjungan outing class dari TK Islam Imam Syafi’i pada Kamis (23/1). Kunjungan ini diikuti oleh 47 siswa beserta 6 pengajar dalam rangka mengenal dan mempelajari lebih dalam tentang profesi dan pekerjaan, khususnya yang berkaitan dengan dunia perpustakaan.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak TK Islam Imam Syafi’i disambut hangat oleh para pustakawan Dispursip Kobar. Pustakawan Dispursip Kobar, Linna Diana memberikan sosialisasi terkait layanan yang tersedia di perpustakaan, termasuk memperkenalkan profesi pustakawan dan tugas-tugasnya. Anak-anak diajak memahami pentingnya membaca sejak usia dini serta bagaimana perpustakaan menjadi sumber ilmu pengetahuan yang menyenangkan.
Tak hanya mendapatkan informasi, anak-anak juga diajak untuk mendengarkan story telling. Anak-anak tampak antusias mengikuti sesi storytelling yang dibawakan oleh Pustakawan Ahli Muda, Zokhratus Safhidah. Dalam kegiatan tersebut, Zokhratus Safhidah membawakan cerita berjudul “Sujudlah Hanya kepada Allah” karya Uwais Ramadhan,
“Melalui story telling ini, diharapkan anak-anak dapat menambah nilai-nilai keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT .” terang Safhidah.
Selain itu, anak-anak juga diajak bermain dan belajar di area anak yang disediakan oleh Dispursip Kobar. Berbagai kegiatan interaktif seperti membaca buku cerita dan bermain alat peraga edukatif, membuat suasana kunjungan semakin ceria. Hal ini diharapkan dapat membangkitkan minat baca dan kecintaan terhadap buku pada generasi muda sejak dini.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca sekaligus menanamkan nilai-nilai positif pada generasi muda.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah dan orang tua. Guru Pendamping TK Islam Imam Syafi’i menyampaikan terima kasih atas sambutan dan fasilitas yang diberikan oleh Dispursip Kobar. “Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak serta memperluas wawasan mereka tentang dunia pekerjaan, terutama profesi pustakawan,” ujarnya.